“Ketika rasa takut kehilangan uang dan gagal menjadi terlalu menyakitkan, perasaan yang sama-sama kami miliki, dia memilih mencari rasa aman dan aku memilih mencari kebebasan,” kata Ayah Kaya
( Robert T. Kiyosaki – The Cashflow Quadrant ).
CECAK VS LABA-LABA
Kerja Keras adalah Model Kerja Cecak untuk mendapatkan lalat sebagai makanannya. Fokus utama cecak adalah lalat itu sendiri. Ia bekerja dengan sistem yang sederhana, yaitu mengandalkan naluri untuk menangkap seekor lalat.
Untuk mendapatkan makanan yang banyak, dibutuhkan energi yang banyak pula.
Kerja Cerdas adalah Model Kerja Laba-laba. Fokus utamanya bukan lalat tetapi membangun aset, yaitu memintal jaring sebagai perangkap lalat. Ketika jaring selesai, lalat yang terperangkap bukan hanya satu tetapi banyak.
Dengan cara itu, laba-laba tidak membutuhkan energi yang banyak untuk mendapatakan makanan yang melimpah, karena makanan telah datang dengan sendirinya.
KERJA KERAS VS KERJA CERDAS
Semua kita tahu, “Kesejahteraan atau kemakmuran hidup berbanding lurus dengan usaha dan kerja.” Kalau Anda mau sejahtera dan makmur, Anda harus bekerja. Untuk hidup yang lebih sejahtera atau lebih makmur dibutuhkan usaha dan kerja yang lebih pula.
Sebetulnya ada 2 bentuk kerja yang mampu meningkatkan kesejahteraan atau kemakmuran seseorang. Pertama, Kerja Keras. Kedua, Kerja Cerdas. Kerja Keras adalah model pekerjaan cecak menangkap lalat menjadi makanan. Sedangkan Kerja Cerdas adalah model pekerjaan laba-laba membangun jaringan menjadi perangkap makanannya.
Bila ditanya Model manakah yang disukai, maka semua orang sudah pasti menjawab Model Kerja Laba-laba atau Model Kerja Cerdas. Namun pada kenyataannya banyak orang terperangkap dalam Model Kerja Cecak atau Model Kerja Keras.
Banyak orang mensubsitusikan hal-hal yang bernilai dan berharga dalam hidupnya demi kesejahteraan dan kemakmuran. Ia mengorbankan sebagian besar waktu hidupnya untuk pekerjaan. Ia mengorbankan kesenangan dan hobinya. Ia mengorbankan kedekatan dan keintimannya dengan keluarga. Ia mengorbankan waktu rekreasi dan olahraganya. Semuanya itu dikorbankan demi mendapatkan kesejahteraan dan kemakmuran.
Dalam Model Kerja Cecak berlaku Hukum Tabur – Tuai: “Ketika Anda menaburkan banyak hal dari diri sendiri, Anda akan mendapatkan banyak. Namun ketika semakin banyak yang terkuras dari diri Anda karena faktor kelelahan dan usia, Anda akan mendapatkan semakin sedikit.”
Penelitian di Amerika menunjukkan bahwa sebagian besar kaum eksekutif yang menikmati kemakmuran pada usia produktif akhirnya jatuh miskin ketika memasuki usia 65 tahun. Inilah akibat Model Kerja Cecak – Kerja Keras yang hanya mengandalkan modal kekuataan diri.
Model Kerja Laba-Laba adalah Bekerja secara Cerdas. Bila dalam Model Kerja Cecak berlaku hukum Subsitusi, maka Model Kerja Laba-Laba, hukum itu tidak berlaku lagi. Anda bisa meraih kesejahteraan dan kemakmuran tanpa harus mengorbankan banyak hal. Anda tetap menekuni kesenangan dan hobi Anda. Anda tetap menikmati kedekatan dan intimitas dengan keluarga. Anda tetap menikmati waktu rekreasi dan olahraga Anda .
Di dalam Model Kerja Laba-Laba berlaku Hukum Menuai Abadi. Anda tetap menuai tidak terbatas pada usaha dan usia Anda. Semuanya itu Anda nikmati sementara kesejahteraan dan kemakmuran Anda tidak berkurang.
MAKNANYA BAGI ANDA
![]() |
| Cashlow Quadrant Menurut Robert T. Kiyosaki. Di manakah posisi Anda saat ini? |
Robert T. Kiyosaki dalam bukunya, The Cashflow Quadrant mengatakan bahwa setiap orang menempati sedikitnya satu dari keempat kuadran Cashlow Quadrant. Tempat kita ditentukan oleh sumber pemasukan kita. Kuadran Kiri terdiri dari E ( employee – pegawai ) dan S ( self-employed - pekerja lepas ) dan Kuadran Kanan terdiri dari B ( business owner – pemilik usaha ) dan I ( Investor – penanam modal ).
Berada di E, Anda punya pekerjaan. Berada di S, Anda memiliki pekerjaan. Bila berada di B, Anda memiliki sistem dan orang bekerja untuk Anda. Bila berada di I, Anda punya uang yang bekerja untuk Anda.
Berada di kuadran kiri ( E dan S ) berarti anda memakai Model Kerja Cecak yang sangat mengandalkan kekuatan diri kita sendiri. Sedangkan berada di kuadran kanan ( B dan I ) berarti kita memakai Model Kerja Laba-Laba yang secara cerdas menggunakan aset kita untuk penghasilan yang lebih besar.
Karena di jalan menuju kebebasan finansial, yang paling penting bukanlah seberapa banyak uang yang Anda hasilkan, tetapi seberapa banyak uang yang Anda simpan dan seberapa lama uang itu bekerja untuk Anda.
Bekerja cerdas mensyaratkan kita memasuki kudran I. Uang kita harus bekerja sehingga kita tidak perlu lagi bekerja. Kuadran I adalah kuadran untuk bekerja lebih sedikit, menghasilkan lebih banyak dan membayar pajak lebih sedikit.
![]() |
| Gedung atau bangunan adalah salah contoh aset yang mendatangkan Passive Income. |
INI SAATNYA ANDA MOVE ON
Namun pertanyaannya adalah, “Mengapa tidak banyak orang menjadi Investor? Menurut Robert T. Kiyosaki, jawabannya dapat disimpulkan dalam satu kata: "RESIKO"
Banyak orang tidak suka menyerahkan uang yang telah mereka dapatkan dengan susah payah untuk dikelola oleh orang atau lembaga lain. Mereka takut kehilangan sehingga memilih untuk tidak menginvestasikannya sama sekali.
Selain itu, Investasi juga tidak segera mendatangkan hasil. Butuh waktu dan proses yang relatif panjang. Faktor ini juga mempengaruhi orang untuk tidak mau menginvestasi.
Namun, bila tetap berpegang pada sikap ini, Anda akan tetap terperangkap pada Hukum Substitusi dan Tabur – Tuai yang berlaku dalam Pola Kerja Keras.
Untuk mencapai kebebasan finansial dan memiliki passive income, Anda harus berani memasuki kuadran kanan, terutama menjadi Investor.
Ayo, ini saatnya Anda move on. Jangan tunggu.
UNTUK BERGABUNG : KLIK DI SINI
Ayo, ini saatnya Anda move on. Jangan tunggu.
UNTUK BERGABUNG : KLIK DI SINI




0 Komentar